Perbedaan Kain Jarik Gaya Solo dan Yogyakarta

Kain Jarik – Ketika kita menghadiri suatu acara seperti kondangan, kita sering melihat para penyambut tamu atau petugas yang ada menggunakan kebaya lengkap. Namun sadarkah Kamu, bahwa ada beberapa perbedaan yang tidak terlalu mencolok? Ada jarik yang berwarna hitam putih, ada juga yang dominan berwarna kuning dan cokelat.

Sejarahnya, hal ini terjadi karena pecahnya kesultanan antara Yogyakarta dan Surakarta. Setelah adanya perjanjian Giyanti yang memisahkan antara dua kerajaan ini, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta) dan Kasunanan Surakarta memiliki ciri khas masing-masing, tak terkecuali dalam hal pakaian khususnya motif batik dan jarik.

Baca Juga : Apakah Kain Rayon Viscose Mudah Kusut

Pada motif batik jarik Yogyakarta, warna yang dominan adalah hitam dan putih. Bagian pinggiran jarik biasanya berwarna putih.

Lain halnya dengan batik atau jarik Surakarta yang dominan berwarna cokelat dan kuning. Warna adalah perbedaan antara jarik Yogyakarta dan Surakarta yang paling mendasar.

Selain warna, yang membedakan jarik Yogyakarta dan Surakarta adalah cara pemakaiannya. Dalam pemakaian jarik, dikenal istilah wiru atau lipatan pada bagian pinggir jarik.

Pada pemakaian jarik gaya Yogyakarta, bagian ujung jarik berwarna putih harus terlihat. Sedangkan dalam jarik gaya Surakarta, bagian pinggir jarik berwarna kuning tidak boleh terlihat.

Cara membuat wiru adalah seperti melipat kertas membentuk kipas. Bagian pinggir dari jarik dilipat demikian. Semakin banyak lipatannya, semakin cantik pula sebuah jarik terlihat.

Biasanya, jumlah wiru adalah ganjil yaitu 3, 5, atau 7. Untuk ukuran pun berbeda antara untuk wanita dan pria. Wiru untuk wanita berukuran 2 jari, sedangkan wiru pada jarik pria berukuran 3 jari.

Kain Jarik

Cara Memakai Kain Jarik untuk Wanita

Pertama, posisikan kaki kanan di depan kaki kiri atau seperti hendak melangkah. Tujuannya agar setelah dibalut dengan kain jarik, Anda masih bisa berjalan dengan nyaman seperti biasanya.

Setelah itu, mulai lilitkan kain jarik dari arah kiri. Pada saat pertama kali dililitkan, kainjarik harus ditarik dengan kencang atau dilipat membentuk segitiga agar saat digunakan nanti, kainjarik tidak bersisa di bagian dalam dan membuat Anda tidak nyaman. Selain itu, pemakaian jarik harus kencang agar lekuk tubuh bisa terlihat indah.

Posisikan kain jarik agar wiru (lipatan yang tadi dibuat) jatuh tepat di tengah kedua kaki. Jangan lupa, pemakaian jarik harus menutupi bagian mata kaki.

Setelah Anda selesai memakai jarik dengan baik, ikat dengan tali lalu pakai bagian busana lain seperti stagen, kebaya, dan lain-lain.

Bahan Jarik

Cara Memakai Kain Jarik untuk Pria

Berbeda dengan pemakaian jarik wanita, pemakaian jarik pria dimulai dengan merenggangkan kaki senyamannya. Setelah merenggangkan kaki hingga terasa nyaman, lilitkan kain jarik dimulai dari arah kanan.

Pemakaian kain jari juga harus tetap ditarik pada awalnya, namun tak perlu terlalu kencang hal ini dimaksudkan agar nantinya bagian dalam tetap terasa nyaman.

Hal yang sama seperti pemakaian jarik wanita adalah posisi wiru yang dibuat jatuh di tengah kedua kaki. Namun pada jarik untuk pria, mata kaki tidak perlu tertutup. Cukup 5 sentimeter di atas mata kaki.

Selain itu, pemakaian jarik boleh agak longgar, tak seperti pada wanita yang harus mengikuti bentuk tubuh.

One Reply to “Perbedaan Kain Jarik Gaya Solo dan Yogyakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *